Jumat, 29 Juni 2012

ECD ( Ecyografi Ultra Detektor )


PEMIKIRAN TENTANG ALAT DETEKSI KELAINAN PADA JANIN
EUD (Ecyografi Ultra Detektor)
                 Kalian semua pasti bertanya-tanya alat deteksi kelainan janin? Alat macam apa itu? Saya berfikir tentang alat apa yang di masa depan bisa digunakan oleh para Bidan, Dokter ataupun tenaga medis yang lain. Memang sepertinya alat itu sudah ada dan diciptakan, tapi pemikiran saya tentang alat ini adalah lain dari alat yang sudah ada. Saya disini sebagai penulis hanya ingin menyampaikan imajinasi saya dan cita-cita apa yang saya ingin buat untuk tenaga kesehatan dimasa depan kelak. Memang terdengar tidak asing lagi alat deteksi mengenai kelainan yang berada dijanin, saya berpikir alat ini kelak bisa membantu melihat kelainan-kelainan yang di derita si janin seperti pertumbuhan tidak normal, kelainan jaringan dan organ pada tubuh janin, penyakit yang diderita bayi kelak dan lain-lain. Kita pasti semua berfikir alat semacam ini seperti alat USG, memang dasar dan bentuknya hampir mirip seperti USG tapi dalam pemikiran saya alat ini saya akan kembangkan lebih canggih dan detail lagi. Mungkin pemikiran ini bisa dikembangkan lebih luas dan rumit lagi karena alat ini sudah ada. Memang tidak mudah menciptakan alat semacam ini yang bisa menembus tubuh manusia atau janin, tetapi dalam perkembangan pemikiran manusia yang sekarang ini lebih canggih dan maju, kemungkinan besar bisa diciptakan alat yang bisa menembus tubuh manusia hingga kedalam jaringan tubuhnya dan diperbesar hingga ribuan kali untuk melihata adakah kelainan dan penyakit di dalam tubuh kita. 
                 Diatas kita sudah membicarakan tentang dasar kelak alat semacam apa ini. Lalu kali ini saya akan membicarakan bagaimana bentuk alat ini, cara kerja dan bentuknya. Memang disini saya tidak mengetahui dan mempelajari alat-alat kesehatan dan radiologi, tetapi disini saya mempunyai mimpi dan angan untuk menciptakan alat semacam itu dengan adanya cita dan angan mungkin kita bisa membuat alat semacam itu. Mulai dari dasarnya, apa itu alat deteksi kelainan janin? Dalam pemikiran saya deteksi alat kelainan janin adalah sebuah pemikiran mengenai alat semacam sinar-x  yang ditembakkan ke janin seperti alat rontgen tetapi beda bentuk dan hasilnya. Dengan bantuan dari cip yang ditempelkan diperut Ibu atau seseorang, alat ini kemudian mengirimkan sinyal ke layar monitor yang tersedia dan kita bisa melihat hasilnya dilayar tersebut.  Dalam pemikiran saya, bila alat ini digunakan untuk melihat kondisi janin di alam rahim, alat ini bekerja dengan cara menempelkan sebuah cip atau alat kecil yang ditempelkan pada perut ibu dengna dua kutub dari FU (Fundus Uteri) atau kepala janin sampai ke kaki janin atau bagian tubuh lainnya yang di inginkan dengan cara mengunci daerah tersebut dengan kedua cip yang ditempelkan. Jalannya hampir seperti alat rontgen tetapi bedanya alat rontgen menggunakan film  dan asal difoto saja, berbeda dengan alat ini yang dibuat dan dirancang seminimalis mungkin tetapi dia bisa memfoto sekaligus mendeteksi kelainan apa yang ada di janin itu. Jalannya alat ini dengan cara kedua cip itu ditempelkan diperut ibu mulai dari Fudus uteri atau kepala janin sampai ekstermitas janin bagian terbawah atau bagian tubuh lain.  Lalu dengan menggunakan sinyal yang dipancarkan dari cip itu akan ditangkap oleh sinyal dari monitor yang akan menghasilkan gambar dari pancaran dari cip yang ditempelkan di perut Ibu. Kita bisa mencari dan merubah-rubah lokasi dimana cip itu ditempelkan sesuai dengan apa yang kita ingin lihat dan ingin cari pada janin itu. Misal kita ingin mengetahui adakah kelainan pada si janin, kita bisa menggerser-geser cip itu dan memperbesar gambar seperti yang kita inginkan. 
                   Alat ini memang terlihat sangat mirip dengan USG dan alat semacamnya, tapi alat ini dikembangkan lebih detail dan bisa diperbesar hingga ribuan kali sampai bisa melihat unsur jaringan pada janin, jaringan pada placenta, dan jaringan sekitar yang berada di janin. Seminimal mungkin kita kecilkan efek untuk si ibu dan si janin atau bisa-bisa tidak ada efek sama sekali untuk tubuh kembang si janin selama berada di dalam kandungan. Meski alat ini menggunakan cip yang mungkin efeknya akan berdampak pada janin, tapi alat ini dibuat seperti kartu card atau kartu telefon sehingga si janin tidak akan terkena dampak dari pancaran sinar yang akan dihasilkan oleh cip ini. Bukan hanya untuk melihat janin saja, alat ini juga bisa melihat organ diseluruh tubuh yang ingin kita lihat seperti ingin melihat adakan penyakit yang berbahaya di dalam tubuh atau kanker yang tak terlihat dan tumor daging yang biasanya susah untuk terdeteksi. Memang namanya saja EUD atau Ecyografi Ultra Detektor, tapi bukan hanya embrio atau janin saja yang bisa kita lihat, tetapi seluruh permukaan tubuh bisa-bisa kita lihat dan kita deteksi juga apakah terdapat kelainan atau penyakit atau tidak. Dengan adanya bantuan alat ini kelak, kita bisa mengetahui apakah ada kelainan pada janin kita penyakit dan setiap saat kita bisa melihat tumbuh kembang si janin dan pergerakan setiap harinya. Dengan kita mengetahui apa saja yang dialami si janin selama dalam kandungan, kita bisa mengantisipasi pada saat nantinya ibu saat melahirkan bisa normal atau tidak. Tapi meski dasarnya seperti alat USG tapi EUD ini kita rancang dan kita buat dengan sepraktis mungkin, sedetail mungkin, dan seminimal mungkin efek sampingnya untuk jangka panjang. Ibu tidak usah khawatir seperti apa bayi ibu kelak, normal kah atau ada kelinan kah. Nantinya kita akan bisa melihat bagaimana bentuk bayi Ibu kelak dan mengantisipasi semua kemungkinan yang ada di dalam tubuh kita. Ini bukan membuka kado Tuhan sebelum hari jadinya, tapi ini adalah kado yang dipersembahkan tuhan untuk kita cari tahu apa yang dibungkus Tuhan untuk kita nantinya buka. (sumber pemikiranku dan imiajinasi)

Rabu, 20 Juni 2012

PENGALAMAN PERTAMA PRAKTEK KDPK DI RSI NU DEMAK










 
PENGALAMA PERTAMA PRAKTEK DI RUMAH SAKIT

Tanggal 21 Mei 2012 tepatnya pada hari senin dimana itu adalah hari kali pertama kau dan teman-temanku mulai belajar bekerja melayani dan mengabdi di masyarakat.Tepatanya adalah praktik KDPK atau ketrampilan dasar praktik klinik, aku dan teman-temanku mendapatkan tempat praktik di demak. Lebih tepatnya di RSI NU Demak yang beralamat di Jl. Jogoloyo no.09 Demak. Dimulai dari malam sebelum kami berangkat praktik, aku dan teman-temanku bingung apa saja yang harus dibawa besok waktu praktek, perasaan kami semua campur aduk. Sedih, takut, gelisah dan bingung. Kami sedih karena kami selama 1 Bulan tidak akan bertemu dengan semua teman-teman semua, lalu kami sangat merasa takut dikernakan kami berpikir belum siap untuk terjun langsung untuk bekerja di masyarakat luas. Tapi ini aku jadikan sebuah tantangan kawan, dalam perjalananku untuk menggapai cinta-citaku dan membahagiakan orang tuaku. Hehehe...bahasaku tinggi banget ya kawan.
pertama aku akan memperkenalkan reken-rekanku sejawat ya kawan, dalam praktik di RSI NU Demak. Ada yang lucu+centil yaitu khusna Nur fatmawati, lalu ada temanku yang aneh dan selalu heboh sendiri namanya Puswati, lalu ada Zeny Rofiqoh, Miftakhul Jannah, Siti Nuraisyiyah, Makhasinul Aliyah, Triwulandari, Aflihatus Sa'diah, Zulfatus Saadah, dan yang terakhir yang cantik+manis yaitu aku sendiri Dessy Setyano Putri. Hem....PD banget ya kawan aku.
Hem....kini kita masuk ke inti ceritaku ya kawan, tanggal 21 Mei 2012 hari senin pagi hari yang ditunggu-tunggu. Pagi-pagi sekali kami sudah siap OTW di depan asrama. Kami pun mengangkuti barang-barang kami didalam bis armada kebanggaan kami, yang biasanya kami sebut dengan bis “Sarang Tayu AKBID PEMKAB”. Aneh kan teman namanya, kalau ditanya gimna bisa dapet nama itu akan lama kawan. Jam 08.30 kami sudah siap untuk berangkat ke Demak dan akhirnya kami sampai ketempat tujuan kami. Kami disambut dengan senang hati oleh Kepala Diklat RSI NU Demak yaitu Bu Choir, lalu kami disuruh untuk naik ke AULA untuk penyerahan Mahasiswa AKBIB PEMKAB Kudus ke Direktur RSI NU Demak yaitu dr.Nunuk Sri Lestari. 

 
Direktur RSI NU Demak

Lalu setelah penyerahan kami terlebih dahulu pengenalan ruangan atau biasa disebut dengan orientasi ruangan. Kami hanya mendapat 4 ruangan saja untuk kami tempati, yaitu :
  1. UGD : yaitu ruangan dimana para pasien dalam keadaan darurat.
  2. Mas Alwi Ab.aziz : adalah ruangan yang dikhususkan untiuk pasien penyakit dalam.
  3. Wahid Hasyim : diruangan ini dikhususkan untuk ruang Anak-anak saja.
  4. Wahab Chasbullah : yaitu ruang Bedah. 

    Lalu setelah penyerahan kami terlebih dahulu pengenalan ruangan atau biasa disebut dengan orientasi ruangan. Kami hanya mendapat 4 ruangan saja untuk kami tempati, yaitu :

Sebetulnya masih banyak ruangan yang lain juga seperti ruang Hj.Mahmudah Maemuna yaitu ruang Obgyne atau ruang bersalin. Kami tidak ditempatkan disitu karena kami belum menguasai bidang persalinan. Dan ruang lain juga. Setelah pengorientasian, kami diberi jadwal diruang mana kami akan bekerja. Aku dan temanku zulva pertama kali ditempatkan di ruang Mas Alwi Abd.Aziz atau ruang penyakit dalam. Kami dibagi menjadi 2 dan 3 orang dalam setiap ruangan masing-masing. Ruangan pertama kami ada diruang Mas Alwi Abdul Aziz atau berada diruang penyakit dalam. Kami lalu berkenalan dengan perawat jaga yang ada disitu dan CI nya juga. Kami bingung harus apa pertama kali kami disana, lalu kami diajari oleh salah satu perawatnya dan disuruh untuk mengenal pasien-pasien yang dirawat disana. Hari berganti hari, aku mendapatkan banyak perasat disana kawan.Kebanyakan taerget perasat yang saya butuhkan ada disana, yaitu seperti target inejksi, TTV, dan masih banyak lagi deh kawan. Pelajaran, kesusahan, kesenangan, kelelahan, serta kemarahan bercampur aduk pada saat aku praktek. Pasti bukan hanya aku saja kawan yang merasakan hal seperti itu, pasti teman-temanku yang praktek ditempat lain pun pasti sama seperti aku. Tapi dibalik itu semua pasti akan ada hikmahnya ya kawan. Dengan aku belajar bersusah payah seperti itu, suatu saat pasti akan berguna bagi ku untuk bekal diriku dimasa depan nanti.