Rabu, 25 April 2012

PROFIL DESA TRANGKIL WEDARIJAKSA PATI


PROFIL DESA TRANGKIL WEDARIJAKSA PATI

Trangkil adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Patii, Jawa Tengah, Indonesia.
Kecamatan Trangkil merupakan hasil pemekaran dari Kecamatan Trangkil. Kecamatan ini beribu kota di desa Trangkil.



GEOGRAFI DESA TRANGKIL
Kecamatan Trangkil terletak lebih kurang 11 km ke arah utara kota Pati. Terletak di ketinggian antara 1-36 meter dpl, wilayah kecamatan Trangkil terdiri dari tanah Regasol, Latosol dan sebagian lagi berjenis Red yellow mediteran. Dengan luas wilayah seluas 4.284 ha yang terdiri atas lahan persawahan seluas 1.035 dan lahan bukan sawah seluas 3.249. Dengan luas wilayah ini, kecamatan Trangkil merupakan kecamatan dengan wilayah tersempit ketiga di Kabupaten Pati setelah kecamatan Pati dan kecamatan Wedarijaksa.
Secara administratif, kecamatan trangki, memiliki 16 desa yang terbagi ke dalam 60 rukun warga (RW) dan 375 Rukun Tetangga (RW).

DEMOGRAFI
Penduduk kecamatan Trangkil berjumlah 60.335 jiwa (2006) dengan komposisi 29.805 jiwa laki-laki dan sisanya 30.530 jiwa perempuan.
Sebagian besar penduduk kecamatan Trangkil berprofesi sebagai petani dengan komoditas utama padi, tebu, palawija dan tanaman buah.
Dalam bidang ekonomi, masyarakat kecamatan Trangkil memiliki 2 buah pasar tradisional yang salah satunya terletak di pusat kota kecamatan.





PENDIDIKAN FORMAL
Di kecamatan Trangkil terdapat berbagai lembaga pendidikan formal yang meliputi:
    -> SD sebanyak 28 buah (semuanya SD Negeri)
    -> MI sebanyak 7 buah
    -> SMP sebanyak 2 buah
    -> MA sebanyak 4 buah
    -> MTS sebanyak 7 buah
Di kecamatan ini terdapat madrasah yang terkenal, yaitu YPRU (Yayasan Perguruan Raudlatul Ulum), yang didirikan oleh salah seorang murid pendiri NU K.H Hasyim Asy'arie, yaitu K.H. Suyuthi Abdul Qodir (alm).
Saat ini YPRU memiliki 3.700 siswa dan siswi TK, Madrasah Ibtidahiah, Madrasah Tsanawiyah, dan Madrasah Aliyah. Yayasan ini didanai oleh pemerintah daerah dan para hartawan. Untuk tingkat Tsanawiyah, SPP gratis.
Banyak lulusan YPRU yang diterima di perguruan tinggi terkemuka di Indonesia, seperti UGM,ITS,UIN Jakarta,UIN Yogya ,STAN,UNDIP,Politeknik,UNEJ,UNS,Unnes,UNY,Unibraw,IKIP Malang,Unair dan ITB. Banyak juga yang diterima di berbagai universitas di Mesir dan Malaysia. YPRU telah lama menjalin hubungan baik dengan Universitas Al Azhar, Mesir. Al Azhar secara rutin mengirimkan guru bantu ke yayasan ini.

PENDIDIKAN NON FORMAL

Selain lembaga pendidikan formal juga terdapat berbagai lembaga non formal seperti TK (sebanyak 13 buah), RA (sebanyak 9 buah), Ponpes dan Taman Pendidikan Quran.

 

INDUSTRI
Di kecamatan Trangkil terdapat sebuah pabrik gula yaitu PG. Trangkil. Pabrik ini telah berdiri sejak tahun 1835, kapasitas giling terpasang awal ketika didirikan adalah 800 tth. Hingga tahun 2005 PG Trangkil melakukan Program Pengembangan PT Kebon Agung dengan sasaran kapasitas giling 4.500 tth. Pabrik gula Trangkil terletak di desa Trangkil.

    di Desa Trangkil terdapat makanan khas yang bernama Petis. Petis adalah makanan yang terbuat dari tepung jagung yang diolah dengan bumbu-bumbu lain yang biasnya dalam masakan petis, biasanya ditambah daging-dagingan atau tulang sisa-sisa ayam atau daging sapi dan kerbau. Masakan petis biasanya berasa pedas dan agak cair-cair lembek.jadi bagi orang yang belum pernah makan petis akan terasa aneh dan terlihat agak menjijikan karena bentuknya yang encer dan kental.


KESEHATAN
Di Desa Trangkil terdapat 2 Dokter yaitu :
  • dr.Eko H
  • dr.Syamsul Mu'in



Terdapat 5 Bidan :
  • Bidan Warkini
  • itu Bidan Ita
  • Bidan Alis
  • Bidan Erni
  • Bidan Ipuk

di Desa Trangkil akhir-akhir ini terdapat wabah yang menyerang beberapa masyarakatnya antara lain Ispha, Mutah, conjungtivitis, Harpes dan Diare. Kesadaran akan berobat pada masyrakatnya cukup tinggi, karena mereka sudah sadar akan tingginya kesehatan dan pada lingkungan mereka juga pun mempengaruhi. Di desa trangkil sudah tidak mengenal adanya bantuan dukun untuk bersalin. Bila masyarakatnya terkena penyakit, mereka langsung segera mengobati dirinya di Bidan atau Dokter terdekat. meskipun di desa trangkil terdapat pabrik Gula, tetapi masyarakat sekitar tidak terlalu terkena dampaknya. Karena pada pabrik gula tersebut terjaga kbersihan dan pembuangan limbahnya terjaga dengan baik pula. Mungkin dampak kesehatan yang negatif dari pencemaran tersebut adalah suara berisisik pada saat pabrik sedang menggiling dan bau yang tidak sedap dari pembuangan limbah air dari ampas tebu. Karena disitu kebersihan dan pembuangan limbah terjaga dengan baik, mungkin sebagian besar masyarakatnya tidak ada yang terjangkit penyakit yang serius akibat penggilangan tebu.